TANYAKAN PADA DIRI ATAS KEGAGALAN DAN KESALAHAN YANG JADI PENGHAMBAT KESUKSESAN

kegagalan-adalah-penghambat-kesuksesan
Kesuksesan adalah bentuk keberhasilan yang selalu menjadi dambaan siapapun, tetapi lain halnya dengan kegagalan terlebih jika acap kali gagal dan gagal. Bukankah ada idiom yang mengatakan "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kegagalan adalah jembatan utuk maju, dan kegagalan adalah guru untuk tidak jatuh pada lobang yang sama". Mungkin ungkapan-ungkapan idiom seperti diatas bisa menjadi motivasi tersendiri bagi siapapun yang siap dengan konsekwensi menghadapi suatu kegagalan, tetapi akan berbeda dengan tipe manusia yang selalu kalah sebelum berperang kegagalan merupakan suatu momok yang menakutkan untuk ditaklukan sehingga semua itu berimbas pada titik dimana dia tidak bisa bergerak maju dan hanya bisa terdiam ditempat disaat orang lain sudah berhasil meraih semua impian yang dicita-citakan.

Harapan semua orang sudah pasti menginginkan suatu kesuksesan, tetapi tidak sedikit yang menemui kegagalan dikarenakan memiliki anggapan bahwa hanya mereka yang kaya atau pintar yang bisa meraih suatu kesuksesan. Lantas pemikiran tersebut akan terus diikuti dengan berbagai asumsi selemah itukah kita?

Manusia sudah diberikan banyak jalan keluar supaya dapat sukses didalam hidupnya, terlebih didalam hal kemakmuran maupun penghasilan. Namun, kebanyakan orang tidak menyadarinya bahkan sudah menggagalkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Berikut beberapa hal yang sering mengakibatkan kegagalan seseorang. Coba sejenak renungkan, apabila memang beberapa poin berikut ini sering dilakukan, maka lekaslah untuk membenahi diri. Karena tanpa disadari telah melemahkan diri sendiri dan bahkan telah melemahkan hubungan dengan orang lain.

1. Membohongi Diri Sendiri

Sumber titik awal suatu kegagalan adalah menipu dirinya sendiri. Tidak sedikit orang yang gagal karena memiliki pemikiran bahwa hanya mereka yang dari kalangan kaya serta memiliki kepintaran yang bisa meraik kesuksesan. Sejatinya jika menilik dari beberapa berbagai kisah orang-orang yang berhasil merengkuh kesuksesan, mereka semua memulainya dari titik nol. Bahkan berasal dan terlahir di keluarga miskin serta hanya tamat Sekolah Dasar. Tetapi itu semua berasal pada tekad/ kemauan serta kegigihan. Maka segeralah untuk lekas menghentikan diri dari menipu diri sendiri, sebab semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih sebuah kesuksesan.

2. Meliharan Rasa Malas

Kemalasan yang terus diikuti maka akan membunuh semangat secara perlahan, bahkan itu sudah dipastikan bahwa kemalasan adalah biang sumber dari kegagalan. Tidak ada kisah dari orang-orang sukses yang senang dengan kemalasan ataupun suka bermalas-malasan. Sepintar atau sebrilian otaknya serta sekaya apapun dia, jika rela membuang waktu dan mengisi waktu dengan berleha-leha ataupun bermalas-malasan sepanjang hari, maka kehilangan yang dialami tidak hanya waktu tetapi kesempatan untu bisa meraih suatu kesuksesan nyata didepan mata.

3. Tak Pernah Memperdulikan Orang Lain

Gerbang kesuksesan bisa berasal dari mana saja, bahkan dari siapa saja. Maka cobalah untuk bisa peduli dengan orang lain disekitar kita serta jalin banyak relasi. Jika orang lain mengetaui kemampuan kita serta adanya kesempatan untuk berkarya, maka mereka dengan mudah akan mengingatnya sehingga kemudian mengajak untuk bergabung. Maka janganlah untuk menutup pintu sukses dengan tidak memiliki rasa kepedulian peduli pada orang lain. Hargailah siapapun itu, bahkan pada orang yang dianggap remeh sekalipun jangan menutup mata.

4. Minimnya Sopan Santun

Lantas apa yang terjadi serta bagaimana orang akan mengajak untuk bekerja sama ataupun berteman apa bila tak memiliki rasa sopan-santun. Tak ada yang melarang boleh santai dengan para teman-teman, tetapi rasa sopan santun harus tetap ada ketika berhadapan dengan orang lain siapapun itu. Orang-Orang akan menilai dari bagaimana saat bersikap. Tahukan Masa depan selain kita yang menentukan ( tak melupakan campur tangan Tuhan ) tetapi salah satunya tergantung pula dari penilaian orang di sekitar kita.

5. Menggunakan Busana Yang Tidak Pantas

Ketika berhubungan dengan orang lain, apa yang tampilkan akan menjadi penilaian bagi orang lain seperti ulasan point 4. Lalu bagaimana akan membangun suatu relasi dan memiliki banyak tepan apabila menggunakan pakaian lusuh serta pakaian yang tidak pantas? Itu tak berarti harus memakai baju yang mahal atau bermerek, Tetapi harus memakai pakaian yang rapi serta sopan apa bila hendak berinteraksi dengan orang lain, Terlebih jikalau orang tersebut bisa memberikan peluang  dalam meraih kesuksesan, maka itu patut untuk jadi point penting yang perlu dicatat.

Coba bayangkan apa yang terjadi? Jika ada orang yang melamar suatu pekerjaan atau bertemu relasi bisnis dengan memakai kemeja yang rapi, wangi serta sepatu cantik akan lebih dihargai dibandingkan ketika yang akan bertemu hanya menggunakan kaos oblong dan sandal jepit. Kesan pertama dibangun dari pribadi-pribadi yang mampu bertanggung jawab dan bisa menghargai dirinya sebagai tonggal performa awal dalam mencerminkan kepribadian.

6. Terlalu Sering dan Mudah menggerutu

Hidup kadang kala mengalami suatu problema dan tak semudah membalikan telapak tangan, kadang kala susah dan senang dapat ditemui, terkadang kita harus bisa belajar menerima sebuah rasa kekecewaan. Namun sebagian orang-orang yang acap kali menggerutu dan menyesali akan hidupnya. Seolah-olah hidupnya teramat berat dan teramat sangat sulit. Dengan demikian takkan dapat menyelesaikan persoalan apapun, bahkan orang lain justru akan merasa jengah dengan keadaan sikap yang senang menggerutu. Kecewa boleh saja, karena ini sudah lumrah dan bisa menjadi media untuk terus berintrospeksi dan menjadikan manusia yang lebih tegar dan kuat, tidak perlu menggerutu dan menyesali keadaan, tetapi segeralah bangkit dari dan mencari solusi untuk segera keluar dari permasalahan yang melilit.

7. Seringnya Membesarkan Masalah

Hidup mana yang tak memiliki masalah? Dalam hidup ini dengan adanya masalah bukan berarti Tuhan tak menyayangi kita dengan memberikan kita permasalahan, tetapi Tuhan tau dan bisa memberikan suatu problema yang musti dihadapi sesuai dengan keadaan mahlukNya. Dengan adanya masalah manusia akan terus belajar dan belajar dari permasalan yang ditemuinya. Tidak sedikit masalah yang bermunculan, maka taklukanlah masalah tersebut menjadi sebuah tantangan yang harus dikalahkan. Ada masalah yang memang harus diselesaikan dengan penyelsaian yang tepat, tetapi ada juga masalah kecil yang tak seharusnya terlalu dibesar-besarkan. Kemampuan dalam membesarkan masalah itu justru akan mengecilkan kesempatan dalam sukses. Apabila terlalu memperdulikan dengan masalah kecil yang sebenarnya tidak perlu untuk dibesarkan maka selsaikan sebelum masalah itu menjadi masalah yang besar, karena setiap bentuk permasalahan berawal dari titik yang kecil hingga kemudian menjadi masalah yang besar. Lalu bagaimana bisa fokus pada hal yang lebih besar jika sibuk dengan membesar-besarkan masalah kecil?

8. Sering Menunda-nunda

Menunda adalah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan pada umumnya orang terlalu meremehkan urusan terlebih urusan kecil sehingga menundanya kemudian terburu-buru jika urusan tersebut mendadak harus lekas diselsaikan atau sudah mendekati waktu deadline. Terlalu sering menunda pekerjaan contoh kecil, "Iya nanti aku kerjakan," "Nanti saja, sekarang santai dulu," akhirnya semua hal bertumpuk dan dikerjakan dengan terburu-buru tanpa berhasil dengan hasil maksimal. Padahal bila pekerjaan tersebut lekas untuk diselesaikan tepat pada waktunya, maka akan ada banyak kesempatan lain untuk membidik titik sukses yang lain. Maka segeralah untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut, sekarang dan kapan lagi?

Buatlah sebuah keputusan dan sikap dalam diri. Tujuanya adalah dengan maksud supaya kita bisa meyakinkan hati pada saat akan mengambil sikap dan tindakan artinya jangan hanya karena ikut-ikutan, gengsi gengsian atau disebabkan oleh hal-hal lain yang membuat kita salah tujuan dan beralih dari tujuan utama.

Kegagalan menjadi hal menakutkan pada diri kita, jika kegagalan-kegagalan selalu datang menghampiri. Tetapi lain halnya ketika bisa me memetik dari segi positifnya maka kegagalan akan menjadi sahabat sejati untuk meraih kesuksesaan ke depan. Tak perlu mati suri ketika kegagalan datang menyapa kita, coba dan lakukanlah kembali dan yang terpeting adalah tanyakan diri kita pada saat kegagalan datang mengahampiri. Cermatlah dan teliti dalam melakukan berbagai hal dan bidang yang akan kerjakan.

Sejatinya keberhasilan itu berawal dari diri kita sendiri dan bukan orang lain. Percayalah pada Tuhan bahwa akan selalu menunjukkan jalan sukses bagi kita. Semuanya tergantung bagaimana dalam mengambil keputusan, akan mengambil jalan itu atau lebih senang terhenti pada persimpangan jalan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel